Selasa, 05 November 2019




MAKALAH
MANAJEMEN PEMASARAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PERKEMBANGAN PEMASARAN TRADISIONAL
KE PEMASARAN YANG GLOBAL (REVOLUSI INDUSTRI 4.0)

Disusun Oleh :
NAMA : UTARI DAMAYANTI
NPM : 17216487
KELAS : 4EA33
DOSEN : ZAIDATUN EKASTUTI,S.E.,M.M




UNIVERSITAS GUNADARMA KARAWACI
2019


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Pemasaran Tradisional Ke Pemasaran yang Global (Revolusi Industri 4.0)”. Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih.
 
        Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah ini  dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Terima kasih


  


Tangerang,  November 2019



                                                                                                                   Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
     Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan untuk memasarkan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi pemasaran yang dijalankannya .
     Saat ini pemasaran telah berkembang mengikuti zaman, revolusi industri dan globalisasi seakan menjadi satu kesatuan yangtak terlepas dari kehidupan manusia. Seperti yang telah diketahui banyak orang pada saat ini sudah menggunakan teknologi yang lebihcanggih mulai dari bidang industri sampai perdagangan pun menggunakan teknologi. Sama, halnya dengan pemasaran saat ini pemasaran telah menggunakan teknologi dan berkembang dari zaman ke zaman dan mennunjukan untuk membantu perekonomian serta kegiatan manusia saat ini.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian dari Pemasaran?
2.      Bagaimana perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran 4.0?
3.      Apa saja Dampak dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0?
4.      Sapa saja Keuntungan dari Pemasaran Revolusi Industry 4.0
5.      Apa saja Prinsip Rancangan Industri 4.0?


1.3    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari pemasaran
2.      Untuk mengetahui perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran 4.0
3.      Untuk mengetahui Dampak dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
4.      Untuk mengetahui Keuntungan dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
5.      Untuk Mengetahui Prinsip Rancangan Industri 4.0


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pemasaran
     Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kagiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang di produksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika mengingginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
     Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
     Menurut William J Stanton, pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusi-kan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun pembeli potensial 

2.2    Perkembangan Pemasaran Tradisional ke Pemasaran 4.0
     Perkembangan pemasaran bermula ketika tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara besar-besaran dan mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya revolusi masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama merkantilis (berdagang), maka setelah revolusi perilaku bisnis masyarakat berubah menjadi kapitalis. Keadaan berubah menjadi kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan baru didunia perdagangan, dimana banyak orang-orang yang memiliki uang yang banyak menggunakan uang mereka sebagai modal untuk membangun pabrik dan perusahaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang secara lebih cepat dan memperdagangkannya. Pada tahun 1902 disebuah universitas bernama University of Michigan, ED Jones dikabarkan memberikan pelajaran marketing serta Simon Litman di University of California. Meskipun pada saat itu marketing masih berfokus pada distribusi produk, namun pemikiran teori marketing lebih banyak muncul di universitas seperti Wisconsin, Northwestern University, Harvard, University of Illinois serta Ohio State. Sebenarnya jauh sebelum ilmu marketing diperkenalkan tahun 1902.
     Pendekatan marketing memiliki 3 jenis kunci utama yaitu advertising, selling dan distribusi. Namun, Ralph Butler dan Arch Shaw menambahkan kunci lainnya seperti komoditas, institusi, dan fungsi. Dimana marketing telah membahas mengenai jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan serta pada tahun 1914 muncul sebuah literatur Nystrom mengenai retailing. Nystrom menulis bahwa retailing mencakup semua proses distribusi, manajemen ritel, jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan sehingga ilmu marketing menjadi terintegrasi.
     Pemasaran tradisional adalah bahwa pemasaran hanya menjual dan iklan, dan 4P (produk, harga, tempat dan promosi). Prinsip-prinsip dasar dan konsep pemasaran tradisional adalah produk, perilaku konsumen dan aktivitas kompetitif di pasar. kunci dari Pemasaran Atau Marketing Tradisional adalah sebagai berikut :
1.      Fokus pada properti dan keuntungan.
Pedagang tradisional berasumsi bahwa klien dalam setiap segmen pasar selalu berfokus pada karakteristik produk, mengevaluasi lebih banyak fitur dan memilih produk dengan utilitas umum yang tinggi. Manfaat rata yang timbul dari karakteristik fungsional. Laba adalah utilitas yang akan mencari customer.Sebagai contoh manfaat sikat gigi yang memutihkan gigi atau hanya membersihkan gigi.

2.      Kategori dan persaingan untuk produk didefinisikan erat.
Pedagang tradisional selalu menentukan pesaing Mc Donalds adalah Burger King dan Wendy (tidak dibandingkan dengan Pizza Hut atau Starbucks), BritAma dengan Tahapan BCA, Kijang dengan Panther, Carrefour Raksasa (tidak ada Tip Top atau Ramayana).kompetisi pedagang tradisional hanya sempit didefinisikan tergantung pada kategori produk.

3.      Pelanggan dilihat sebagai pengambil keputusan rasional
Proses pengambilan keputusan yang lama diasumsikan, Pengenalan persyaratan. Perbedaan persepsi antara pernyataan untuk memenuhi kebutuhan dengan keadaan sebenarnyalah yang mendorong pelanggan untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

4.      Metode dan alat yang digunakan adalah Analisis, Kuantitatif dan Verbal
Mengevaluasi berbagai alternatif. Pelanggan selalu membandingkan produk yang ada dalam hal fitur dan manfaat untuk menjadi tempat terbaik untuk memilih produk. (Close Up yang menyediakan nafas segar, membuat gigi putih terang, aroma mint, yang diantarnya penting dibandingkan dengan Pepsodent). Membeli dan makan. pelanggan akan membeli dan menggunakan alternatif terbaik dan selalu mendapatkan tingkat kepuasan dengan membandingkan kemanjuran yang diharapkan dengan nyata setelah menggunakan produk. Jika pelanggan puas maka ia akan membeli produk lagi suatu hari nanti.

Marketing 4.0 adalah marketing yang berfokus pada kemanusiaan di era digital. Di sini pendekatan pemasaran mengkombinasikan interaksi antara online dan offline. Mungkin, lebih mudah mencontohkan usaha dahulu dalam Pemasaran 4.0. Ada beberapa contoh usaha dalam revolusi industri 4.0 ini :
1.  Fintech ( Financial Technology ) adalah nancial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Contoh : Aku Laku, Home Credit, Dana, Go-pay.
2.    Jual beli Online adalah bisnis yang dilakukan melalui internet dimana penjual dan pembeli tidak langsung bertatap muka, dan biasanya bisa dilakukan melalui website atau media sosial. Contoh : Shoppee, Tokopedia, OLX, Zalora, Buka Lapak.
3.   On-Demand service adalah sebuah layanan jasa yang berdasarkan permintaan konsumen. Contoh : Go-jek, Grab.

Ada 3 kunci stategi yang digunakan dalam pemasaran 4.0 ini, adalah sebagai berikut:
1.   E-mail dimana pemilik usaha lebih sering menggunakan email untuk berkomunikasi antar sesama bisnis (kepada parner bisnis dan pemasok) maupun terhadap pelanggan serta memberi tahukan informasi mengenai produk maupun memberikan kupon.
2.  Website merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat mengenai informasi. Dimana perusahaan memberikan informasi mengenai produk, pelayanan, kerjasama ataupun pemegang saham mereka melalui website dan mencoba dekat dengan konsumen.
3. Online Video Advertising adalah Online advertising adalah sebuah bentuk pemasaran periklanan yang menggunakan internet untuk menyampaikan pesan pemasaran dan promosi kepada konsumen. Mulai dari banner ads, Search Engine Marketing (SEM), iklan di jejaring sosial, email marketing, sampai ke iklan baris online.

2.3    Dampak dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
1.      Dampak Sosial
Hal yang paling menonjol dari revolusi industri 4.0 adalah penggunaan teknologi dan mesin yang dapat menggantikan peran manusia dalam proses industri. Kegiatan ini dapat menyebabkan berkurangnya peranan atau campur tangan manusia dalam proses produksi. Hasilnya adalah berkurangnya lapangan pekerjaan dalam industri manufaktur. Tidak hanya itu hal ini juga dapat menyebabkan sistem pendidikan sebelumnya tidak lagi menjadi relevan dalam dunia kerja.

2.      Dampak Politik
Kedua adalah dampak politik, regulasi yang dapat menjadi penyeimbang diperlukan. Satu sisi industri 4.0 diperlukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan produk dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain penggunaan mesin menyebabkan tingginya angka pengangguran yang dapat berdampak pada iklim ekonomi secara keseluruhan.

3.      Dampak Ekonomi
Ketiga adalah dampak ekonomi yang tejadi seperti perubahan terhadap bebrapa model bisnis sebelumnya, tingginya biaya yang diperlukan untuk sebuah perusahaan dalam mengimplementasikan industri 4.0. Selain itu penanaman modal berlebihan terhadap teknologi akan menghasilkan keuntungan ekonomi untuk perusahaan tersebut. Faktor seperti teknologi baru atau mesin baru dapat menyebabkan kerugian dari investasi teknologi sebelumnya.

2.4    Keuntungan dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
1.      Efisiensi dan Produktivitas Meningkat
Keuntungan pertama yang akan di dapat dari revolusi industri 4.0 adalah meningkatnya  efisiensi produktifitas pada proses produksi. Dapat memproduksi volume barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit dengan bantuan teknologi yang ada.

2.      Biaya yang Lebih Murah
Penggunaan teknologi serta mesin otomatis dapat memotong biaya produksi cukup besar, seperti gaji karyawan, uang makan, dan lain sebagainya. Penggunaan Cyber Physical System memungkikan perusahaan manufaktur memproduksi barang dengan cepat dan aman dibandingkan dengan tenaga manusia. Hal ini membuat peranan manusia terhadap proses produksi semakin kecil. Apabila di era terdahulu membutuhkan 20 orang untuk memproduksi sebuah mobil, sekarang mungkin hanya membutuhkan 3 orang dengan bantuan robot industri.

3.      Manajemen Resiko yang Lebih Baik
Manajemen resiko perusahaan manufaktur juga menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan dengan berkurangnya resiko seperti, human error yang dapat menghambat proses produksi. Penggunaan artificial intelligent adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam meminimalisir resiko yang dapat menghambat proses produksi.

4.      Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang Lebih Cepat
Keunggulan selanjutnya adalah dengan menggunakan teknologi dan informasi digital pada industri perusahaan dapat mengontrol dan mengelola data dan informasi secara aktual dan cepat. Dampaknya adalah perusahaan dapat secara cepat dan tepat mengatasi permasalahan yang terjadi, sehingga tidak menjadi masalah yang besar dan dapat menggangu operasi perusahaan.

2.5    Prinsip Rancangan Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah :
  1. Interoperabilitas (kesesuaian) : kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).
  2. Transparansi Informasi : kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
  3. Bantuan Teknis :pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.
  4. Keputusan Mandiri : kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.


BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
    Pemasaran 4.0 pada dasarnya memiliki pendekatan secara online maupun offline. Kedua pemasaran ini masih digunakan dan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ruang lingkup pemasaran tradisional dan 4.0 sama yaitu pasar, produk, distribusi, harga, iklan dan promosi.
     

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Phillip, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan. 2016. Marketing 4.0: Moving From Traditional to Digital. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama