MAKALAH
MANAJEMEN
PEMASARAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PERKEMBANGAN
PEMASARAN TRADISIONAL
KE PEMASARAN YANG GLOBAL (REVOLUSI INDUSTRI 4.0)
NAMA
: UTARI DAMAYANTI
NPM
: 17216487
KELAS
: 4EA33
DOSEN
: ZAIDATUN EKASTUTI,S.E.,M.M
UNIVERSITAS
GUNADARMA KARAWACI
2019
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur saya
panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Pemasaran Tradisional Ke Pemasaran yang Global (Revolusi Industri 4.0)”. Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya
berharap semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Terima kasih
Tangerang, November
2019
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan maupun
perorangan untuk memasarkan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan
kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan
salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan
konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang
berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Dalam era persaingan usaha yang
semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan
kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi
pemasaran yang dijalankannya .
Saat
ini pemasaran telah berkembang mengikuti zaman, revolusi industri dan
globalisasi seakan menjadi satu kesatuan yangtak terlepas dari kehidupan
manusia. Seperti yang telah diketahui banyak orang pada saat ini sudah
menggunakan teknologi yang lebihcanggih mulai dari bidang industri sampai
perdagangan pun menggunakan teknologi. Sama, halnya dengan pemasaran saat ini
pemasaran telah menggunakan teknologi dan berkembang dari zaman ke zaman dan
mennunjukan untuk membantu perekonomian serta kegiatan manusia saat ini.
1.2
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan ini
adalah sebagai berikut :
1. Pengertian
dari Pemasaran?
2. Bagaimana
perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran 4.0?
3. Apa
saja Dampak dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0?
4. Sapa
saja Keuntungan dari Pemasaran Revolusi Industry 4.0
5. Apa
saja Prinsip Rancangan Industri 4.0?
1.3
Tujuan
Masalah
1. Untuk
mengetahui pengertian dari pemasaran
2. Untuk
mengetahui perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran 4.0
3. Untuk
mengetahui Dampak dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
4. Untuk
mengetahui Keuntungan dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
5. Untuk
Mengetahui Prinsip Rancangan Industri 4.0
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kagiatan pokok yang
dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai
jauh sejak sebelum barang-barang di produksi dan tidak berakhir dengan
penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat juga memberikan kepuasan
kepada konsumen jika mengingginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen
mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai
suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok
memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan
pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
Menurut William J Stanton, pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusi-kan barang dan jasa yang
dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun pembeli potensial
2.2
Perkembangan
Pemasaran Tradisional ke Pemasaran 4.0
Perkembangan pemasaran
bermula ketika tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara besar-besaran
dan mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya revolusi
masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama merkantilis
(berdagang), maka setelah revolusi perilaku bisnis masyarakat berubah menjadi
kapitalis. Keadaan berubah menjadi kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan
baru didunia perdagangan, dimana banyak orang-orang yang memiliki uang yang
banyak menggunakan uang mereka sebagai modal untuk membangun pabrik dan
perusahaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang secara lebih
cepat dan memperdagangkannya. Pada tahun 1902 disebuah universitas bernama
University of Michigan, ED Jones dikabarkan memberikan pelajaran marketing
serta Simon Litman di University of California. Meskipun pada saat itu
marketing masih berfokus pada distribusi produk, namun pemikiran teori marketing
lebih banyak muncul di universitas seperti Wisconsin, Northwestern University,
Harvard, University of Illinois serta Ohio State. Sebenarnya jauh sebelum ilmu
marketing diperkenalkan tahun 1902.
Pendekatan
marketing memiliki 3 jenis kunci utama yaitu advertising, selling dan
distribusi. Namun, Ralph Butler dan Arch Shaw menambahkan kunci lainnya seperti
komoditas, institusi, dan fungsi. Dimana marketing telah membahas mengenai
jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan serta pada tahun 1914
muncul sebuah literatur Nystrom mengenai retailing. Nystrom menulis bahwa
retailing mencakup semua proses distribusi, manajemen ritel, jenis produk, cara
pemasaran dan organisasi yang memasarkan sehingga ilmu marketing menjadi
terintegrasi.
Pemasaran
tradisional adalah bahwa pemasaran hanya menjual dan iklan, dan 4P (produk,
harga, tempat dan promosi). Prinsip-prinsip dasar dan konsep pemasaran
tradisional adalah produk, perilaku konsumen dan aktivitas kompetitif di pasar.
kunci dari Pemasaran Atau Marketing Tradisional adalah sebagai berikut :
1. Fokus
pada properti dan keuntungan.
Pedagang tradisional berasumsi bahwa
klien dalam setiap segmen pasar selalu berfokus pada karakteristik produk,
mengevaluasi lebih banyak fitur dan memilih produk dengan utilitas umum yang
tinggi. Manfaat rata yang timbul dari karakteristik fungsional. Laba adalah
utilitas yang akan mencari customer.Sebagai contoh manfaat sikat gigi yang
memutihkan gigi atau hanya membersihkan gigi.
2. Kategori
dan persaingan untuk produk didefinisikan erat.
Pedagang tradisional selalu menentukan
pesaing Mc Donalds adalah Burger King dan Wendy (tidak dibandingkan dengan
Pizza Hut atau Starbucks), BritAma dengan Tahapan BCA, Kijang dengan Panther,
Carrefour Raksasa (tidak ada Tip Top atau Ramayana).kompetisi pedagang
tradisional hanya sempit didefinisikan tergantung pada kategori produk.
3. Pelanggan
dilihat sebagai pengambil keputusan rasional
Proses pengambilan keputusan yang lama
diasumsikan, Pengenalan persyaratan. Perbedaan persepsi antara pernyataan untuk
memenuhi kebutuhan dengan keadaan sebenarnyalah yang mendorong pelanggan untuk
mengurangi kesenjangan tersebut.
4. Metode
dan alat yang digunakan adalah Analisis, Kuantitatif dan Verbal
Mengevaluasi berbagai alternatif.
Pelanggan selalu membandingkan produk yang ada dalam hal fitur dan manfaat
untuk menjadi tempat terbaik untuk memilih produk. (Close Up yang menyediakan
nafas segar, membuat gigi putih terang, aroma mint, yang diantarnya penting
dibandingkan dengan Pepsodent). Membeli dan makan. pelanggan akan membeli dan
menggunakan alternatif terbaik dan selalu mendapatkan tingkat kepuasan dengan
membandingkan kemanjuran yang diharapkan dengan nyata setelah menggunakan
produk. Jika pelanggan puas maka ia akan membeli produk lagi suatu hari nanti.
Marketing 4.0 adalah marketing yang
berfokus pada kemanusiaan di era digital. Di sini pendekatan pemasaran
mengkombinasikan interaksi antara online dan offline. Mungkin, lebih mudah
mencontohkan usaha dahulu dalam Pemasaran 4.0. Ada beberapa contoh usaha dalam
revolusi industri 4.0 ini :
1. Fintech ( Financial Technology ) adalah
nancial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan
teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi
moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah
uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran
yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Contoh : Aku Laku, Home Credit,
Dana, Go-pay.
2. Jual beli Online adalah bisnis yang
dilakukan melalui internet dimana penjual dan pembeli tidak langsung bertatap
muka, dan biasanya bisa dilakukan melalui website atau media sosial. Contoh :
Shoppee, Tokopedia, OLX, Zalora, Buka Lapak.
3. On-Demand service adalah sebuah layanan
jasa yang berdasarkan permintaan konsumen. Contoh : Go-jek, Grab.
Ada
3 kunci stategi yang digunakan dalam pemasaran 4.0 ini, adalah sebagai berikut:
1. E-mail
dimana pemilik usaha lebih sering menggunakan email untuk berkomunikasi antar
sesama bisnis (kepada parner bisnis dan pemasok) maupun terhadap pelanggan
serta memberi tahukan informasi mengenai produk maupun memberikan kupon.
2. Website
merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat
mengenai informasi. Dimana perusahaan memberikan informasi mengenai produk,
pelayanan, kerjasama ataupun pemegang saham mereka melalui website dan mencoba
dekat dengan konsumen.
3. Online
Video Advertising adalah Online advertising adalah sebuah bentuk pemasaran
periklanan yang menggunakan internet untuk menyampaikan pesan pemasaran dan
promosi kepada konsumen. Mulai dari banner ads, Search Engine Marketing (SEM),
iklan di jejaring sosial, email marketing, sampai ke iklan baris online.
2.3
Dampak
dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
1. Dampak
Sosial
Hal yang paling menonjol dari revolusi
industri 4.0 adalah penggunaan teknologi dan mesin yang dapat menggantikan
peran manusia dalam proses industri. Kegiatan ini dapat menyebabkan
berkurangnya peranan atau campur tangan manusia dalam proses produksi. Hasilnya
adalah berkurangnya lapangan pekerjaan dalam industri manufaktur. Tidak hanya
itu hal ini juga dapat menyebabkan sistem pendidikan sebelumnya tidak lagi
menjadi relevan dalam dunia kerja.
2. Dampak
Politik
Kedua adalah dampak
politik, regulasi yang dapat menjadi penyeimbang diperlukan. Satu sisi industri
4.0 diperlukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan produk dengan harga
yang terjangkau. Di sisi lain penggunaan mesin menyebabkan tingginya angka
pengangguran yang dapat berdampak pada iklim ekonomi secara keseluruhan.
3. Dampak
Ekonomi
Ketiga adalah dampak
ekonomi yang tejadi seperti perubahan terhadap bebrapa model bisnis sebelumnya,
tingginya biaya yang diperlukan untuk sebuah perusahaan dalam
mengimplementasikan industri 4.0. Selain itu penanaman modal berlebihan
terhadap teknologi akan menghasilkan keuntungan ekonomi untuk perusahaan
tersebut. Faktor seperti teknologi baru atau mesin baru dapat menyebabkan
kerugian dari investasi teknologi sebelumnya.
2.4
Keuntungan
dari Pemasaran Revolusi Industri 4.0
1. Efisiensi
dan Produktivitas Meningkat
Keuntungan pertama yang akan di dapat
dari revolusi industri 4.0 adalah meningkatnya
efisiensi produktifitas pada proses produksi. Dapat memproduksi volume
barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit dengan bantuan
teknologi yang ada.
2. Biaya
yang Lebih Murah
Penggunaan teknologi serta mesin
otomatis dapat memotong biaya produksi cukup besar, seperti gaji karyawan, uang
makan, dan lain sebagainya. Penggunaan Cyber Physical System memungkikan
perusahaan manufaktur memproduksi barang dengan cepat dan aman dibandingkan
dengan tenaga manusia. Hal ini membuat peranan manusia terhadap proses produksi
semakin kecil. Apabila di era terdahulu membutuhkan 20 orang untuk memproduksi
sebuah mobil, sekarang mungkin hanya membutuhkan 3 orang dengan bantuan robot
industri.
3. Manajemen
Resiko yang Lebih Baik
Manajemen resiko perusahaan manufaktur
juga menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan dengan berkurangnya resiko seperti,
human error yang dapat menghambat proses produksi. Penggunaan artificial
intelligent adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam
meminimalisir resiko yang dapat menghambat proses produksi.
4. Identifikasi
dan Pemecahan Masalah yang Lebih Cepat
Keunggulan selanjutnya adalah dengan
menggunakan teknologi dan informasi digital pada industri perusahaan dapat
mengontrol dan mengelola data dan informasi secara aktual dan cepat. Dampaknya
adalah perusahaan dapat secara cepat dan tepat mengatasi permasalahan yang
terjadi, sehingga tidak menjadi masalah yang besar dan dapat menggangu operasi
perusahaan.
2.5
Prinsip
Rancangan Industri 4.0
Revolusi
industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk
mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya
adalah :
- Interoperabilitas (kesesuaian) : kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).
- Transparansi Informasi : kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
- Bantuan Teknis :pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.
- Keputusan Mandiri : kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pemasaran 4.0 pada dasarnya memiliki pendekatan
secara online maupun offline. Kedua pemasaran ini masih digunakan dan juga
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ruang lingkup pemasaran
tradisional dan 4.0 sama yaitu pasar, produk, distribusi, harga, iklan dan
promosi.
DAFTAR
PUSTAKA
Kotler, Phillip, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan.
2016. Marketing 4.0: Moving From Traditional to Digital. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama
